One Book One Experience (For Lam Manyang)


Setelah sukses di tahun pertama, Komunitas Rumput Liar kembali mengadakan program pengumpulan buku. Di tahun kedua ini setiap buku yang Anda sumbangkan akan didonasikan ke Desa Lam Manyang, yang menjadi fokus lokasi kedua kegiatan Komunitas Rumput Liar. Bagi Anda yang berminat ingin menyumbangkan buku, silakan menghubungi nomor CP (contact person) yang ada atau Anda bisa mengirimkan buku yang ingin Anda sumbangkan ke alamat yang tertera pada poster. Buku yang diterima berupa buku pelajaran sekolah, majalah, buku kumpulan cerpen atau komik serial anak (untuk usia 5-12 tahun). 

Mari bersama-sama kita terbarkan pahala dan melukis senyum calon-calon pemimpin bangsa melalui program One Book One Experience. Terima kasih.



Salam Hangat,


Komunitas Rumput Liar

Memiliki anak yang mencintai Al-quran, tentu menjadi impian setiap orang tua. Anak yang sejak dini mencintai dan terbiasa membaca Al-quran akan lebih mudah untuk menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidupnya. 

Rasulullah Muhammad SAW pun berpesan, dalam hadits Shahih Bukhari:

Bebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari).

Ternyata ada begitu banyak keutamaan bagi mereka yang membaca dan menghafalnya salah satunya adalah memiliki hak untuk memberi syafaat (pertolongan) kepada sepuluh orang anggota keluarganya sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits:

Dari Ali Ibn Abi Thalib ra., ia berkata Rasulullah saw., bersabda: Barangsiapa membaca Al-quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya dalam syurga dan memberikan syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya dimana mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk neraka (HR. Ibnu Majah).
Berikut adalah beberapa tips yang mungkin dapat diikuti,

  1. Mulai dari diri orang tua untuk mencintai Al-quran terlebih dahulu. Jika ditanya kepada setiap orang tua apakah mereka menginginkan agar anaknya menghafal Al-quran tentu jawaban mereka semua adalah mau. Namun ada hal penting lagi yang perlu kita tanyakan, sudahkah para orang tuanya mencintai dan mencoba juga untuk menghafal Al-quran? Jika jawabannya belum maka sudah semestinya kita para orang tua yang memulainya terlebih dahulu untuk mencintai Al-quran, banyak membaca Al-quran, mencoba memahami setiap makna yang terkandung didalamnya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari. Sebab orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak, dan pembelajaran terbaik bagi seorang anak adalah keteladanan.
  2. Ciptakan kondisi yang mendukung untuk mencintai Al-quran dalam keluarga. Untuk menghafal Al-quran tidak cukup hanya semangat, dan kemauan yang kuat saja. Tapi juga butuh lingkungan yang kondusif untuk menghafal Al-quran. Maka untuk ini konteksnya adalah keluarga, tugas orang tua adalah menciptakan lingkungan yang mendukung untuk menghafal Al-quran dalam keluarga tersebut. Menciptakan kondisi agar anak tidak terlalaikan oleh hal-hal lain yang bersifat mubazir dan banyak mudharatnya akan tetapi menjadi lebih fokus pada Al-quran. Beberapa sahabat yang kami temui mereka menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif sebagai tempat menghafal Al-quran dengan cara menjauhkan rumahnya dari musik-musik serta tontonan-tontonan yang banyak mudharatnya. Sehingga mereka memilih tidak memiliki televisi dan menyetel musik-musik melalui media apapun dirumahnya.
  3. Menjadwalkan waktu dan ruang khusus untuk Al-quran bersama keluargaTips yang ketiga adalah menciptakan waktu khusus untuk Al-quran bersama keluarga. Dimana di waktu khusus tersebut tidak ada aktivitas lain kecuali membaca Al-quran, kecuali mentadaburi ayat-ayat Al-quran, kecuali setor hafalan, kecuali saling mengingatkan agar sama-sama bersemangat dalam membaca, memahami serta menghafal Al-quran. Sebagai contoh mengambil waktu khusus sehabis shalat subuh dan sehabis shalat magrib. Rutinkan dan dibiasakan setiap hari.
  4. Mempelajari banyak motivasi dan keteladanan agar lebih mencintai Al-quranSelanjutnya adalah, mempelajari tokoh-tokoh baik itu sahabat, para ulama, para mujahid Islam yang hafidz Al-quran, mempelajari kehidupan mereka dan menjadikannya sebagai teladan dan inspirasi untuk lebih bersemangat dalam mencintai Al-quran. Kisah-kisah inipun mesti kita ceritakan kepada anak-anak kita, sehingga anak-anak kita sejak dini sudah memiliki cita-cita menjadi ahli qur’an.
  5. Menghiasi hari-hari dalam kehidupan keluarga dengan Al-quranYang kelima, atau ini juga yang terakhir adalah menghiasi hari-hari kita dengan lantunan ayat suci Al-quran. Membiasakan ayat-ayat suci Al-quran melantun menemani anak-anak kita dalam menghabiskan hari-harinya.
Tips-tips di atas dapat pula dibiasakan pada diri kita sebab semakin kita terbiasa dengan membaca Al-quran maka akan semakin mudah pula diri kita untuk mencintai Al-quran dan menjadikannya sebagai pedoman hidup kita. Semoga dengan tips ini membuat kita semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke harinya dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. 


source by: www.elmina-id.com

Rumput Liar kembali melakukan aksi sosial yaitu Rumput Liar Goes to School. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 November 2015 berlokasi di SD Negeri 19 Rukoh, Aceh Besar. Kegiatan Rumput Liar Goes to School ini berbasis pada kegiatan peduli lingkungan serta kesehatan tubuh. Kegaitan aksi sosial Komunitas Rumput Liar sepenuhnya dilaksanakan oleh para volunteer Generasi I dan Generasi II dengan tema 'Bintang Kecil Peduli Lingkungan'. 

Kegiatan Bintang Kecil Peduli lingkungan terbagi ke dalam beberapa rangkaian acara. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh ketua umum Komunitas Rumput Liar, kemudian disusul dengan kata pembukaan dari perwakilan Komunitas Aceh Bangun Lestari (ABL), dan terakhir ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN 19 Rukoh. Acara selnajutnya diserahkan kepada kakak-kakak volunteer Generasi I dan Generasi II Komunitas Rumput Liar. 


Pada kegiatan selanjutnya, para volunteer yang sudah terbagi dalam beberapa kelompok pemain skenario drama pun memperagakan berbagai aksi dan prilaku peduli lingkungan serta prilaku menjaga kesehatan sederhana dalam bentuk skenario drama yang ringkas dan menarik di depan siswa-siswi SD Negeri 19 Rukoh. Anak-anak diajak untuk ikut berinteraksi dalam setiap skenario dengan menyanyikan lagu atau dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana. 



Selain pementasan skenario drama singkat, kegiatan lain yang dilakukan adalah penyelenggaraan beberapa perlombaan yang bertemakan peduli lingkungan. Perlombaan tersebut meliputi perlombaan membuat kerajinan tangan dari bahan dasar botol bekas dan kaleng bekas untuk anak kelas 3 dan 4 SD, serta perlombaan mengutip sampah yang ada di halaman sekolah yang dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok untuk anak kelas 5 dan 6. Terakhir adalah pembagian hadiah bagi siswa yang memenangkan perlombaan serta pembagian souvenir bagi seluruh siswa SDN 19 Rukoh, Aceh Besar. 



Kegiatan Bintang Kecil Peduli Lingkungan ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dan mampu mengajak siswa-siswi, khususnya siswa-siswi SD Negeri 19 Rukoh, untuk lebih menyayangi dan peduli terhadap lingkungannya serta menambah pengetahuan bagi anak-anak dalam berprilaku menjaga kesehatan dimulai dari yang paling sederhana seperti kebiasaan mencuci tangan dengan baik dan benar. 


Project Management (PM) 
Chief: Zee Trina
- Cut Atika Putri
- Ichwan Azmi
- Suci Riski Tami

Creative and Innovative Management
Chief: Nedia Nirwanti & Maisarah
- Cut Nurul Zahria
- Lisa Pira Ariska
- Irhamna M. Jamil
- Riyan Mudastsir

Partnership and Fundraising Manangement
Chief: Lisa jafia Sari
- Imam Al Farisyi
- Muhammad Asril
- Raihan Ramadhani

Media,Information and Technology
Chief: Syarifah Muhira & Farida
- Monaris Daralina
- Muhammad Hafidh Ilmi

Human Resources Empowerment
Chief : Cut Kandil
- Sasni Andrika
- Novika Wahyuni
- Mazaya Khalila Muna

Volunteering Management
Chief: Syarifah Nabila Z.
- Muhajir
- Baizar Zulmi
- Yusra Maulina



Selamat kepada teman-teman yang terpilih menjadi anggota divisi Komunitas Rumput Liar untuk Generasi ke-2. Pemilihan ini dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan sangat teliti oleh panitia pelaksana Open Recruitment Komunitas Rumput Liar Generasi ke-2. Penilaian ini didasarkan oleh hasil tes wawancara dan komitmen teman-teman yang telah diobservasi dan didiskusikan bersama oleh para panitia. Semoga dengan diberikannya kepercayaan kepada teman-teman agar ikut mengelola Komunitas Rumput Liar untuk jangka waktu setahun kedepan dapat membuahkan hasil yang maksimal dan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat berbagi, semangat menginspirasi!




Salam Hangat,


Admin Komunitas Rumput Liar

  1. Ayu Selvi Mansyur
  2. Irhamna M. Jamil
  3. Muhajir
  4. Yusra Maulina
  5. Sasni Andrika
  6. Cut Nurul Zahria Mardian
  7. Lisa Pira Ariska
  8. Raihan Ramadhani
  9. Asmaur Ridhana Zuhra
  10. Dini Ervina
  11. Sayed Mabrur
  12. Raisah Azhary
  13. Muhammad Hafidh Ilmi
  14. Julita Sari
  15. Hafni Ayu Dewi Manurung
  16. Ichwan Azmi
  17. Putri Mawadhatul Fajri
  18. Dicky Putra Fajar
  19. Mazaya Khalila Muna
  20. Debby Octavia
  21. Anggun Maulida Nengsih
  22. Tata Aprianita
  23. Rinal Khairunnas
  24. Muhammad Asyraf
  25. Fahmi Rija Arhas
  26. Yesi Ana Aariati
  27. Maghfirah
  28. Izzati Lathifah
  29. Suci Rizki Tami
  30. Monaris Daralina
  31. Marina Putri
  32. Cut Atika Putri
  33. Novika Wahyuni
  34. Saddam
  35. Muhammad Asril
  36. Novi Yanti
  37. Meilia Puspita
  38. Baizar Zulmi
  39. Maulizasari
  40. Imam Al Farisyi
  41. Ida Fajri
  42. Ayu Widayanti
  43. Riyan Mudastsir


Selamat kepada teman-teman yang mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi Generasi ke-2 Komunitas Rumput Liar! Untuk informasi terkait agenda atau informasi lainnya silakan memantau akun facebook Rumput Liar atau dapat juga menghubungi contact person Komunitas Rumput Liar. 




Mari Berbagi, Mari Menginspirasi



Admin Rumput Liar


Selamat Pagi Minggu Rumputers! Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendaftarkan diri menjadi kandidat Generasi ke-2 Komunitas Rumput Liar. Pendaftaran untuk periode ini sudah ditutup dan untuk tahap selanjutnya bagi teman-teman yang sudah mendaftar, yaitu tahap interview, insya Allah akan dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 17-18 Oktober 2015 pukul 14:00 - 17:45 WIB. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lokasi ataupun adanya perubahan agenda lainnya teman-teman bisa terus memantau akun facebook Rumput Liar dan blog: rumahrumputliar.blogspot.com. Happy weekend! *cheers*
26 April 2015,

Hari Minggu, langit cerah, pasir putih dan laut biru menjadi sarapan pagi kami. Hari ini kelas di Blangkrueng sengaja diliburkan khusus untuk memberikan hari kosong kepada para relawan Rumput Liar. Di hari kosong ini, para relawan sepakat untuk berpiknik di Pantai Pulau Kapuk, Aceh Besar. 

Persiapan dilakukan kurang lebih dua minggu sebelum hari H tiba. Mulai dari merencanakan waktu dan lokasi wisata, sampai menentukan barang-barang apa saja yang harus dibawa. Semua relawan pun dipersilakan untuk memilih beberapa pilihan tempat wisata yang terdapat di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar. Namun, setelah proses voting, pilihan kami pun berakhir di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga. 

Bekal makanan, minuman segar, bahkan rujak buah menjadi santapan siang kami. Semua relawan terlihat lahap menghabiskan makanannya masing-masing. Kami duduk bersama dalam satu lingkaran besar sehingga wajah-wajah saling bertatapan. Kami bersenda gurau disela-sela makan siang kami, bercerita tentang ini dan itu, lalu tertawa bersama. Sungguh menyenangkan!

Seusai makan siang, azan Zuhur pun menghentikan kegiatan kami sesaat untuk menghadap Sang Ilahi. Lalu, satu per satu relawan Rumput Liar yang sudah selesai menunaikan shalat Zuhur kembali merapat ke dalam pondok-pondok kecil yang ada di bibir pantai. Santapan kedua mulai dikeluarkan, rujak buah.

Perut sudah kenyang, saatnya bermain. Alat-alat permainan dikeluarkan. Peraturan dibacakan dan peserta ditentukan. Saat itu, langit mulai mendung. Namun, kami tetap melanjutkan permainan kami bahkan saat hujan mulai turun agak deras. 

Permainannya sederhana. Potongan pipa yang dibelah dua, lalu dialirkan oleh sebuah bola pingpong. Peserta harus mempertahakan bola pingpong di atas pipa sambil mereka membawanya ke garis finish pertama, lalu membawanya kembali ke garis start awal. Teriakan-teriakan memberi semangat pada tim yang sedang bermain pun menambah keseruan. 






Permainan kedua yaitu memasukkan paku ke dalam sebuah botol. Namun, kali ini persertanya terdiri dari 10 orang. Pingang mereka diikat dengan sepotong tali, lalu tali-tali itu disatukan untuk mengikat sebuah paku. Botol bekas ditancapkan di pasir pantai dan pemain harus berjalan sekitar 4 meter dari garis awal mereka berada. Permainan ini membutuhkan kerja sama antara pemain-pemainnya. Harus ada yang mengalah untuk berjongkok, lalu menarik tubuhnya sedikit ke kanan atau ke kiri, maju atau mundur, agar paku dapat masuk ke dalam mulut botol. 




Setelah lelah bermain, kami pun berfoto bersama. Piknik hari ini sungguh menyenangkan. Piknik bersama ini membuat kami semakin mengenal satu sama lain dan memberikan sedikit reward pada para relawan atas kerja keras yang mereka lakukan selama ini. Kebahagiaan bertambah lagi dengan sebuah kejutan di akhir piknik. Masing-masing relawan mendapatkan postcard cantik dengan foto-foto mereka bersama adik-adik di Desa Blangkrueng. Alhamdulillah, piknik berjalan lancar dan semuanya bahagia. 





Kenangan tidak dapat diulang untuk kemarin, tidak dapat sama dengan esok atau lusa. Karena kebersamaan hari ini belum tentu dapat dirasakan lagi di lain waktu. ms.
Powered by Blogger.